Ranu Kumbolo – destinasi yang lagi Hits

Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau gunung yang terletak di Pegunungan Tengger, kaki Gunung Semeru. Adapun luas danau ini adalah sekitar 15 hektar. Danau ini menjadi salah satu bagian di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kondisi alam di danau ini masih bagus, begitu pula dengan udaranya yang masih sejuk dan menyegarkan. Oleh karenanya, tempat wisata ini sering dipilih sebagai destinasi wisata, meskipun jarak tempuhnya yang terbilang susah.

Keberadaan Ranu Kumbolo yang berada di Gunung Semeru sudah tercatat dalam sebuah prasasti bernama Prasasti Ranu Kumbolo yang diperkirakan dibuat pada tahun 1182 M. Prasasti tersebut berisi rute perjalanan menuju ke Puncak Semeru, yang salah satu rutenya adalah Ranu Kumbolo.

danau ranu kumbolo

Pada prasasti tersebut, dikisahkan bahwa ketinggian gunung dianggap sebagai kekuatan spiritual atau tempat yang berada dekat dengan dewa. Dengan demikian, pndakian Gunung Semeru saat itu dianggap sebagai perjalanan spiritual antara anusia dan dewa. Dari prasasti tersebut, dapat diketahui juga bahwa kegiatan pendakian gunung sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang.

Danau ini biasanya menjadi tempat singgah bagi para pendaki Puncak Gunung Mahameru. Ini terbukti dengan adanya tenda yang didirikan di danau ini. Selain berkemah, para pendaki juga bisa menikmati pemandangan indah di sekitar danau serta menghirup udara yang masih segar.

Salah satu pemandanganyang patut di simak di danau ini adalah saat waktu sunrise tiba. Matahari yang muncul dari dua bukit hijau dengan pelahan akan membiaskan cahayanya ke permukaan danau Ranu Kumbolo. Hal ini tentu saja memberikan panorama yang indah dan wajib untuk disimak.

Pemandangan saat sunset pun tak kalah indahnya. Saat matahari akan tenggelam, kabut di sekitaran bukit akan turun ke danau. Selain itu, gugusan bintang akan memperlihatkan sinarnya saat malam telah tiba.

selamat datang

Banyak yang meyakini bahwa danau Kumbolo menyimpan sejumlah misteri di dalamnya. Konon, di danau ini ada sesosok wanita yang sering muncul setiap bulan purnama tiba. Wanita tersebut digadang-gadang sebagai penunggu danau tersebut.

Ada juga yang berkisah bahwa selama berada di sana terdapat beberapa penampakan makhluk halus seperti pocong. Selain itu, masih ada beberapa mitos lagi yang menghiasi danau Ranu Kumbolo ini. Meski begitu, minat dan antusias wisatawan tidak menyurut untuk menyambangi tempat wisata ini.

Seperti yang telah disebutkan, bahwa akses menuju Ranu Kumbolo ini terbilang susah. Hal ini disebabkan karena Ranu Kumbolo merupakan bagian dari jalur Gunung Semeru.

Oleh karenanya, danau ini biasanya dijadikan satu paket dengan Gunung Semeru oleh para pihak penyedia jasa pariwisata di wilayah Semeru. Meski begitu, Ranu Kumbolo bisa ditempuh dari sejumlah wilayah tertentu. Termasuk juga salah satunya dengan bergabung di group paket tour Malang.

Jika wisatawan tiba dari Malang, maka wisatawan harus melanjutkan perjalanan menuju ke arah Pasar Tumpang. Dari situ, wisatawan langsung ke Basecamp Ranupane. Di Ranupane, wisatawan wajib mendaftarkan diri dan melakukan pengecekan dengan menyerahkan sejumlah surat-surat penting.

Setelahnya, wisatawan harus berjalan kaki menuju Lendengan Dowo yang mempunyai sejumlah pohon akasia. Dari Lendengan Sowo, perjalanan pun diteruskan ke Watu Rejeng hingga akhirnya sampai di Ranu Kumbolo.

ranu kumbolo ala swissJika wisatwan malas berjalan kaki, perjalanan menuju Ranu Kumbolo juga bisa dilakukan dengan menggunakan mobil. Adapun mobil yang digunakan adalah mobil sewaan yang ada di Desa Ranupane. Jadi, selain menyerahkan sejumlah dokumen pribadi, wisatawan juga bisa menyewa mobil saat berada di Desa Ranupane.

Agra lebih hemat, wisatawan bisa menyewa mobil dengan sistem sekali antar atau drop off. Mobil yang digunakan pun adalah mobil yang khusus untuk menempuh jalur pegunungan. Selain itu, supir yang mengemudikannya pun adalah supir yang terampil dan berpengalaman.

Jika akses menuju Ranu Kumbolo dimulai dari Surabaya, maka wisatawan harus melanjutkan perjalanan ke Pasuruan Probolinggo, Cemoro Lawang atau Gunung Bromo, Ranu Pane, dan akhirnya baru ke Ranu Kumbolo. Saat di Ranu Pane, wisatawan mesti berhenti dahulu untuk mengurus perijinan, karena daerah Ranu Kumbolo termasuk ke dalam wilayah konservasi alam.

Selain dari dua kota tersebut, wisatawan juga bisa masuk ke Ranu Kumbolo melalui Kecamatan Senduro Lumajang. Dari kecamatan ini, wisatawan bisa langsung menuju Desa Bumo dan dilanjut ke Desa Ranupane. Adapun waktu tempuh yang harus dijalani adalah sekitar 1,5 jam.

Selama di Ranu Kumbolo, wisatawan harus mematuhi sejumlah pantangan, seperti tidak boleh berenang di danau, mandi, buang air besar atau kecil, mencuci, da menebar benih ikan ke dalam danau. Wisatawan hanya boleh mengambil air dan memancing ikan yang ada di danau.

ranu kumbolo di musim panasSelain pantangan, wisatawan juga mesti melakukan sejumlah persiapan sebelum menuju ke anu Kumbolo. Wisatwan harus mempersiapkan mental dan ffisik terlebih dahulu. Persiapan mental bisa dilakukan dengan memotivasi diri dan tujuan saat hendak menju ke Rau Kumbolo nanti. Persiapan fisik bisa dilakukan dengan berolahraga, tidur yang cukup, serta minum vitamin.

Persiapan bekal pun juga sangat diperlukan karena di Ranu Kumbolo tidak ada yang menjual makanan ataupun logistik lainnya. Adapun bekal yang mesti dibawa hanyalah makanan-makanan ringan yang bisa dibawa dengan mudah.

Selain bekal, peralatan pendakian pun mesti dibawa. Benda-benda seperti tas carier, peralatan masak, tenda, matra, sleeping bag, dan sebagainya adalah peralatan pendaikan yang wajib untuk dibawa. Jangan lupa untuk membawa jaket, karena suhu udara di sana sangatlah dingin.

Se[erti yang telah dijelaskan, bahwa sebelum menuju Ranu Kumbolo, wisatawan mesti menyerahkan sejumlah dokumen pribada di Ranupane. Oleh karenanya, dokumen seperti foto copy KTP, Surat Keterangan Sehat mesti dibawa oleh wisatawan.

Semakin banyaknya media yang mengulas Ranu Kumbolo, semakin banyak pula wisatawan yang berkunjung di sini. Belum lagi danau ini sempat menjadi lokasi syuting sebuah film, yang membuat Ranu Kumbolo makn dikneal publik.

Akibatnya, jumlah wisatawan Ranu Kumbolo pun kian membludak. Hal ini juga tidak diimbangi dengan kedewasaan wisatawan dalam menjaga ekosistem di Danau Ranu Kumbolo.

Danau yang kian tercemar oleh kotoran dan sabun menjadi bukti bahwa membludaknya jumlah wisatawan tidak sebanding dengan kedewasaan dan tanggung jawab dari wisatawan.

Hal itu pun membuat Ranu Kumbolo beserta jalur pendakian Semeru ditutup selama 3 bulan. Selama ditutup, komplek pendakian tersebut melakukan perbaikan ekosistm, saraa prasarana, serta pembersihan kompleks pendakian dari sampah-sampah yang berserakan.

Penambahan di sejumlah titik pendakian pun turut dilakukan. Khusus untuk Ranu Kumbolo, pihak pengelola membatsi jumlah wisatawan atau pengunjung menjadi 500 orang saja per hari.

Para wisatwan pun diwajibkan untuk membawa sampah sepulang dari Ranu Kumbolo dan sekitarnya. Akan ada sanksi tegas jika ada yang buang air, mandi, atau berenang di salah satu danau terindah di Semeru itu. Dengan demikian, keindahan Ranu Kumbolo bisa kembali seperti sediakala.

Referensi

Ranu Kumbolo di Wisata Jatim

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.